Diabetes
mellitus (DM) adalah salah satu sindrom klinis metabolik yang ditandai oleh
adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh defeksi sekresi insulin, defek kerja
insulin atau keduanya, serta berasarkan dari berbagai penelitian dinyatakan seiring
berjalannya waktu dan perubahan – perubahan pola hidup dinyatakan bahwa
prevalensi semakin DM semakin meningkat terutama pada kota – kota besar. Maka
dari kejadian itu haruslah ditangani dengan baik karena semakin meningkatnya
komplikasi DM yang dapat menimbulkan ulkus diabetes. Berdasarkan Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam FK UI 2006 , menyatakan bahwa pencegahan dan penanganan ulkus kaki diabetic yang
penting adalah diagnosis diikuti dengan pengendalian gula darah, perwatan kaki
sebaiknya, serta pendekatan non famakologis. Terdapat banyak berbagai hasil
alam yang banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk membantu proses penyembuhan
luka .
Menurut
The Management Of Leg Ulceration 2009, menyatakan bahwa salah satunya ialah menggunakan
madu. Secara mikrobilogi , madu mengandung beberapa enzim dan ennzim tersebut diastase
(emylase) yaitu untuk mencerna maltose , dan dimana madu juga mengandung enzim
invertase untuk katalisator glukosa , sukrosa , dan fruktosa . Enzim lainnya enzim glukosa untuk mengatur produksi
hydrogen peroksida , dan juga memilki kandungan antioksidan . Factor affecting
wound healing 2010 menyatakan bahwa sidah sejak ribuan tahun yang lalu madu
digunakan untuk perawatan luka dan di dunia kedokteran modern saat ini membuktikan
metode ini sangat unggul .Bahwa madu mengandung < 20% air, kadar air rendah
akan menarik cairan baik dari dalam edema atau pun luka (meningkatkan
sirkulasi, dan bakteri yang ada di dalamnya serta efektif dehidrasi . Madu memiliki
asam (pH 3,5-5) dan berisi oksidase glukosa enzim , yang menghasilkan sejumlah
kecil hydrogen peroksida yang gunanya dapat membunuh bakteri tanpa merusak
jaringan.
Pada penelitian lain penyembuhan
luka diabetic dapat menggunakan propolis yaitu produk sarang lebah resin yang
terdiri ddari bahan tanaman yang awalnya dikumpulkan dari lebah . Propolis
memiliki beberapa property yang membuatnya menarik pada prengobatan ulkus kaki
diabetic yaitu : anti inflamasi , antioksidan , antimikroba , dan antibakteri
Propolis ditoleransi baik untuk penyembuhan luka dan juga akan meningkatkan
penutupan luka bila dilakukan setiap minngu . Penyembuhan luka dapat juga
tertunda karena disebabkan factor lain seperti : arteriperifer , neuropati
perifer , kelainan bentuk kaki , dan infeksi bakteri. Penelitian ini adalah
profektiff , bersejarah dan dikendalikan desainnya dan dibukikan pada pasien
dengan diabetic ulcers tipe1 dan 2 pada Royal Alfred Hospital Sydney dan
memenuhi criteria inklusi studi. Propolis dalam bentuk cairan bersumber dari
Australia dan diberikan untuk menutupi seluruh ulkus setiap kali pasien datang
selama 6 minggu dan sampai ulkus sembuh, dan bahkan untuk melanjutkan pemberian produk propolis
dilakukan setelah 6 minggu pengobatan pengobatan propolis berhenti .
Pada
setiap daerah luka , akan dilkukan pengukuran menggunakan asetat tracing, semua
jenis madu tampaknya efektif digunakan untuk penyembuhan luka. Madu berasal
dari sumber yang berbeda dan memiliki berbagai antibakteri , serta ada dua
sifat madu yaitu manuka dan jellybush madu , dan pengolahan madu berbeda untuk
bahan bakunya . Madu memiliki sifat peroxidative atau pembersih luka , berdasarkan
penelitian terhadap pasien ulkus kaki diabetic dilakukan perawatan denga
topical madu dan dalam waktu 6 sampai 12 bulan ulkus dapat sembuh. Dapat
dilakukan penutupan luka pada ulkus kaki diabetic selama 15 hari sehingga madu
aman untuk terapi ulkus kaki diabetic. Madu juga memiliki efek imunomodulator yang telah menarik banyak
perhatian dengan merangsang dan menghambat pelepasan sitokinin .
Pada
90% kasus menunjukkan bahwa luka yang
dibalut dengan madu akan menutup dan sukar sembuh . Ada beberapa resiko ddan
manfaat nya yaitu , manfaatnya madu termasuk rendah biaya dan penyembuhan dapat
dipercepat dan sedangkan resiko paling umum dengan pengggunaan madu adalah rasa
sensasi terbakar atau menyengat karena pH rendah , tetapi resiko ini tidak
relevan untuk penderita diabetes neuropatik ulkus kaki . Dan potensi yang
paling serius adalah penggunaan madu pada luka infeksi yang dapat menghadirkan
spora dalam madu namun tidak berkembang melainkan mengakibatkan luka .
Hal ini
penting utuk mengidentifikasi dan pengunaan yang efektif untuk mengobati kaki
diabetic, madu merupakan pengganti obat yang murah dengan antibakteri dan sifat jaringan
penyembuhan yang telah ditunjukkan dalam literatur medis. Tujuan dari kajian
ini adalah untuk membiasakan dokter dengan aspek praktis menggunakan madu untuk
mengobati ulkus kaki diabetik. Dan sebagai intervensi yang masuk akal untuk
kaki diabetic, sebagai terapi alternative untuk pasien ulkus kaki diabetic atas
dasar kandungan dalam madu yang bermanfaat bagi pasien. Manfaat dalam
hubungannya dengan luka sesuai standar keperawatan, dan pada penerapan ini
dilakukan beberapa minggu pertama dan kemudian 2-4 minggu sesudahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar