Senin, 16 November 2015

Honey for Healing Diabetic Wound

Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu sindrom klinis metabolik yang ditandai oleh adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh defeksi sekresi insulin, defek kerja insulin atau keduanya, serta berasarkan dari berbagai penelitian dinyatakan seiring berjalannya waktu dan perubahan – perubahan pola hidup dinyatakan bahwa prevalensi semakin DM semakin meningkat terutama pada kota – kota besar. Maka dari kejadian itu haruslah ditangani dengan baik karena semakin meningkatnya komplikasi DM yang dapat menimbulkan ulkus diabetes. Berdasarkan Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FK UI 2006 , menyatakan bahwa pencegahan dan penanganan ulkus kaki diabetic yang penting adalah diagnosis diikuti dengan pengendalian gula darah, perwatan kaki sebaiknya, serta pendekatan non famakologis. Terdapat banyak berbagai hasil alam yang banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk membantu proses penyembuhan luka .
Menurut The Management Of Leg Ulceration 2009, menyatakan bahwa salah satunya ialah menggunakan madu. Secara mikrobilogi , madu mengandung beberapa enzim dan ennzim tersebut diastase (emylase) yaitu untuk mencerna maltose , dan dimana madu juga mengandung enzim invertase untuk katalisator glukosa , sukrosa , dan fruktosa . Enzim lainnya  enzim glukosa untuk mengatur produksi hydrogen peroksida , dan juga memilki kandungan antioksidan . Factor affecting wound healing 2010 menyatakan bahwa sidah sejak ribuan tahun yang lalu madu digunakan untuk perawatan luka dan di dunia kedokteran modern saat ini membuktikan metode ini sangat unggul .Bahwa madu mengandung < 20% air, kadar air rendah akan menarik cairan baik dari dalam edema atau pun luka (meningkatkan sirkulasi, dan bakteri yang ada di dalamnya serta efektif dehidrasi . Madu memiliki asam (pH 3,5-5) dan berisi oksidase glukosa enzim , yang menghasilkan sejumlah kecil hydrogen peroksida yang gunanya dapat membunuh bakteri tanpa merusak jaringan.
            Pada penelitian lain penyembuhan luka diabetic dapat menggunakan propolis yaitu produk sarang lebah resin yang terdiri ddari bahan tanaman yang awalnya dikumpulkan dari lebah . Propolis memiliki beberapa property yang membuatnya menarik pada prengobatan ulkus kaki diabetic yaitu : anti inflamasi , antioksidan , antimikroba , dan antibakteri Propolis ditoleransi baik untuk penyembuhan luka dan juga akan meningkatkan penutupan luka bila dilakukan setiap minngu . Penyembuhan luka dapat juga tertunda karena disebabkan factor lain seperti : arteriperifer , neuropati perifer , kelainan bentuk kaki , dan infeksi bakteri. Penelitian ini adalah profektiff , bersejarah dan dikendalikan desainnya dan dibukikan pada pasien dengan diabetic ulcers tipe1 dan 2 pada Royal Alfred Hospital Sydney dan memenuhi criteria inklusi studi. Propolis dalam bentuk cairan bersumber dari Australia dan diberikan untuk menutupi seluruh ulkus setiap kali pasien datang selama 6 minggu dan sampai ulkus sembuh, dan bahkan  untuk melanjutkan pemberian produk propolis dilakukan setelah 6 minggu pengobatan pengobatan propolis berhenti .
Pada setiap daerah luka , akan dilkukan pengukuran menggunakan asetat tracing, semua jenis madu tampaknya efektif digunakan untuk penyembuhan luka. Madu berasal dari sumber yang berbeda dan memiliki berbagai antibakteri , serta ada dua sifat madu yaitu manuka dan jellybush madu , dan pengolahan madu berbeda untuk bahan bakunya . Madu memiliki sifat peroxidative atau pembersih luka , berdasarkan penelitian terhadap pasien ulkus kaki diabetic dilakukan perawatan denga topical madu dan dalam waktu 6 sampai 12 bulan ulkus dapat sembuh. Dapat dilakukan penutupan luka pada ulkus kaki diabetic selama 15 hari sehingga madu aman untuk terapi ulkus kaki diabetic. Madu juga memiliki  efek imunomodulator yang telah menarik banyak perhatian dengan merangsang dan menghambat pelepasan sitokinin .
Pada 90% kasus  menunjukkan bahwa luka yang dibalut dengan madu akan menutup dan sukar sembuh . Ada beberapa resiko ddan manfaat nya yaitu , manfaatnya madu termasuk rendah biaya dan penyembuhan dapat dipercepat dan sedangkan resiko paling umum dengan pengggunaan madu adalah rasa sensasi terbakar atau menyengat karena pH rendah , tetapi resiko ini tidak relevan untuk penderita diabetes neuropatik ulkus kaki . Dan potensi yang paling serius adalah penggunaan madu pada luka infeksi yang dapat menghadirkan spora dalam madu namun tidak berkembang melainkan mengakibatkan luka .
Hal ini penting utuk mengidentifikasi dan pengunaan yang efektif untuk mengobati kaki diabetic, madu merupakan pengganti obat yang  murah dengan antibakteri dan sifat jaringan penyembuhan yang telah ditunjukkan dalam literatur medis. Tujuan dari kajian ini adalah untuk membiasakan dokter dengan aspek praktis menggunakan madu untuk mengobati ulkus kaki diabetik. Dan sebagai intervensi yang masuk akal untuk kaki diabetic, sebagai terapi alternative untuk pasien ulkus kaki diabetic atas dasar kandungan dalam madu yang bermanfaat bagi pasien. Manfaat dalam hubungannya dengan luka sesuai standar keperawatan, dan pada penerapan ini dilakukan beberapa minggu pertama dan kemudian 2-4 minggu sesudahnya.